Keadilan restoratif merupakan pendekatan alternatif dalam penyelesaian sengketa dan pemulihan korban kejahatan yang menekankan perbaikan hubungan, tanggung jawab, dan rekonsiliasi antara semua pihak yang terlibat. Artikel ini akan membahas konsep keadilan restoratif, prinsip-prinsipnya, serta manfaatnya sebagai pendekatan yang mempromosikan rekonsiliasi dan pemulihan.

1. Konsep Keadilan Restoratif

Keadilan restoratif menekankan perbaikan kerusakan yang disebabkan oleh tindakan kriminal dan mengakui dampaknya pada korban, pelaku, dan masyarakat. Pendekatan ini berbeda dengan sistem peradilan pidana konvensional yang lebih berfokus pada hukuman dan pemisahan pelaku dari masyarakat.

2. Prinsip-prinsip Keadilan Restoratif

a. Partisipasi

Keadilan restoratif menempatkan partisipasi aktif dari semua pihak yang terlibat, termasuk korban, pelaku, dan masyarakat, dalam proses penyelesaian sengketa dan pemulihan. Ini memungkinkan mereka untuk berkontribusi pada pemecahan masalah dan pembuatan keputusan yang lebih adil.

b. Pertanggungjawaban

Prinsip pertanggungjawaban menekankan pentingnya pelaku mengakui dan bertanggung jawab atas tindakan mereka. Melalui proses keadilan restoratif, pelaku diharapkan untuk mengakui dampak tindakan mereka pada korban dan masyarakat serta berusaha untuk memperbaikinya.

c. Restorasi

Prinsip restorasi mengutamakan pemulihan hubungan yang rusak dan memperbaiki kerugian yang disebabkan oleh kejahatan. Ini dapat mencakup permintaan maaf, penggantian kerugian, atau tindakan rehabilitasi yang bertujuan untuk mencegah terulangnya perilaku kriminal.

3. Manfaat Keadilan Restoratif

a. Pemulihan Korban

Keadilan restoratif memberikan korban kesempatan untuk berbicara dan mendengarkan pelaku, menyampaikan dampak emosional dan psikologis kejahatan terhadap mereka, serta memperoleh pemulihan dan rekonsiliasi.

b. Rehabilitasi Pelaku

Proses keadilan restoratif memungkinkan pelaku untuk memahami konsekuensi dari tindakan mereka, mengambil tanggung jawab, dan mengubah perilaku mereka melalui dukungan dan bimbingan.

c. Pengurangan Stigma

Dengan mempertimbangkan kebutuhan korban dan masyarakat, keadilan restoratif membantu mengurangi stigma terhadap pelaku, mempromosikan pemulihan yang positif, dan mengintegrasikan mereka kembali ke dalam masyarakat.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *